Showing posts with label Dunia Pendidikan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Dunia Pendidikan Indonesia. Show all posts

Friday, April 8, 2016

TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN (UJIAN NASIONAL)


TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN (UJIAN NASIONAL)

1.    PERSIAPAN UN
  1. Tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai Pengawas Ruang UN telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
  2. Pengawas Ruang UN menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Penyelenggara UN.
  3. Pengawas Ruang UN menerima bahan UN yang berupa Naskah Soal UN, LJUN, Amplop LJUN, Daftar Hadir, dan Berita Acara Pelaksanaan UN.

2. PELAKSANAAN UN
  1. Pengawas Ruang UN masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan dan memeriksa kesiapan ruang ujian.
  2. Pengawas Ruang UN meminta peserta UN untuk memasuki ruang UN dengan menunjukkan kartu peserta UN, dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan.
  3. Pengawas Ruang UN memeriksa setiap peserta UN untuk tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang UN kecuali alat tulis yang akan dipergunakan.
  4. Pengawas Ruang UN membacakan Tata Tertib UN.
  5. Pengawas Ruang UN meminta peserta ujian menandatangani Daftar Hadir UN.
  6. Pengawas Ruang UN membagikan LJUN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta UN (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan) sebelum waktu UN dimulai.
  7. Setelah seluruh peserta UN selesai mengisi identitas, Pengawas Ruang UN membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian.
  8. Pengawas Ruang UN membagikan Naskah Soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta UN dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta UN tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sampai tanda waktu UN dimulai.
  9. Pengawas Ruang UN mengecek kelengkapan soal UN.
  10. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, Pengawas Ruang UN mempersilahkan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal dan mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
  11. Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian.
  12. Selama UN berlangsung, Pengawas Ruang UN wajib menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian, memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan, serta melarang orang lain yang tidak berkepentingan memasuki ruang UN.
  13. Pengawas Ruang UN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.
  14. Lima menit sebelum waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.
  15. Setelah waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN mempersilakan peserta untuk berhenti mengerjakan soal. Pengawas mengumpulkan LJUN dan Naskah Soal UN. Peserta UN dipersilahkan meninggalkan ruang ujian, setelah pengawas menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN.
  16. Pengawas Ruang UN menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil, dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan Daftar Hadir Peserta, dan kemudian ditutup dan dilak serta ditandatangani oleh Pengawas Ruang UN di dalam ruang ujian.
  17. Pengawas Ruang UN menyerahkan LJUN dan Naskah Soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan Berita Acara pelaksanaan UN.

Wednesday, September 25, 2013

Peran dan Tugas Pokok Guru Sebagai Pengajar, Pendidik dan Agen Pembaharu

Seorang guru tertantang untuk bukan saja menjadi guru yang baik tetapi juga seorang pendidik dan agen pembaharu. Nah, untuk menjadi pengajar, pendidik dan agen pembaharu yang baik, maka guru tersebut sepatutnya mengenal lebih dahulu apa saja yang menjadi tugas pokoknya ketika menjadi pengajar, pendidik ataupun saat menjadi agen pembaharu. Lalu apa saja tugas pokok guru tersebut? mari kita simak artikel singkat berikut ini:

1. Tugas Pokok Guru Sebagai Pengajar
Sebagai pengajar,  seorang guru harus menampilkan pribadinya sebagai cendikiawan (Scholar) dan sekaligus juga sebagai pengajar (Teacher). Untuk itu, yang bersangkutan harus mampu menguasai:
  •  Bidang disiplin ilmu (Scientific Dicipline) yang akan diajarkannya baik aspek substansinya maupun metodologi penelitian dan pengembangannya.
  • Cara mengajarkannya kepada orang lain atau cara mempelajarinya.
 

 2. Guru Sebagai Pengajar dan Juga Sebagai Pendidik
 Selain sebagai pengajar, seorang guru juga diharuskan untuk mampu menjadi seoran Pendidik yang baik. Ia harus menampilkan pribadinya sebagai ilmuwan dan sekaligus sebagai pendidik . Untuk itu, yang bersangkutan harus:
  • Menguasai bidang disiplin ilmu yang diajarkannya
  • Menguasai cara mengajarkan dan mengadministrasikannya
  • Memiliki wawasan dan pemahaman tentang seluk beluk kependidikan, dengan mempelajari: Filsafat pendidikan, sejarah pendidikan, sosiologi pendidikan dan psikologi pendidikan.
    Konsorsium ilmu pendidikan yang dikembangkan oleh T. Raka Toni (1992) mengetengahkan unsur-unsur program pendidikan guru itu hendaknya mencakup:
    • Bidang kajian umum yang berlaku bagi setiap program studi di jenjang pendidikan tinggi (MKDU)
    • bidang ilmu sebagai sumber bahan ajar (MKK - bidang studi)
    • Bidang pemahaman mendalam atas peserta didik (MKDK - Kependidikan)
    • Bidang teori dan keterampilan keguruan (MKK - Keguruan)
     3. Guru Sebagai Pengajar, Pendidik dan Sekaligus Sebagai Agen Pembaharuan dan Pembangunan Masyarakat
    Sebagai seorang pendidik yang memiliki tugas sebagai pengajar, pendidik dan agen pembaharu, yang bersangkutan harus dapat menampilkan pribadinya sebagai pengajar dan pendidik siswanya dalam berbagai situasi baik individual ataupun kelompok, di dalam dan di luar kelas, maupun secara formal, non formal dan informal, sesuai dengan keragaman karakteristik dan kondisi objektif siswa dengan lingkungan kontekstualnya; dan lebih lua lagi sebagai penggerak dan pelopor pembaharuan dan perubahan masyarakatnya di mana pun ia berada.

    Seorang guru yang memiliki tugas pokok sebagai Pengajar, Pendidik dan Agen Pembaharu seharusnya:
    • memiliki pengetahuan dan pengertian tentang pertumbuhan jiwa manusia dari segala sendinya, demikian pula tnetang proses belajarnya.
    • Memiliki pengetahuan dan pengertian tentang alam dan masyarakat, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar khususnya dan pendidikan pada umumnya. Hal ini sangat penting mengingat posisi atau kedudukan serta fungsinya dalam masyarakat di mana ia mengabdi.
    • Mengetahui sepenuhnya pengetahuan dan kepahaman tentak VAK (Bidang disiplin ilmu / studi) yang diajarkan.
    • memiliki secukupnya pengetahuan tentang seni mengajar. Hal ini dapat diperoleh setelah mempelajari metodik dan didaktik teoritis maupun praktis, umum maupun khusus, termasuk praktik mengajar secukupnya.
    Bagaimana? Bisa dipahami? Kalau ingin lebih memahami tentang materi ini, silahkan untuk membeli bukunya Udin Syaefudin Saud, Ph.D yang berjudul Pengembangan Profesi Guru. (AJM) 
    Sumber:
    Saud, U.S. 2009.  Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

    Pengertian - Perbedaan Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas dan Profesionalisasi

    Pengertian dan Perbedaan Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas dan Profesionalisasi - Bukan korban Vickynisasi, tetapi memang ada derivasi kata yang juga terjadi dalam bahasa Indonesia yang kemudian membentuk suatu kata baru dengan makna baru. Kali ini kata dasarnya adalah Profesi.

    A. Pengertian PROFESI

    Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntuk keahlian (experties)  dari para anggotanya. Artinya bahwa ia tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang yang tidak mendapatkan dilatih dan dipersiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.

    Keahlian diperoleh dari apa yang disebut dengan PROFESIONALISASI, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi tersebut (Melalui pendidikan atau latihan pra jabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi (in-service training).

    B. PROFESIONAL

    Kata Profesional merujuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi tertentu, misalnya "Dia seorang profesional". Kedua, merujuk pada penampilan seserang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Dalam pengertian yang kedua ini, Profesional dikontraskan dengan "non Profesional" atau "Amatiran".

    C. PROFESIONALISME

    Profesionalisme merujuk pada komitmen para anggota suatu profesi tertentu untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.


    D. PROFESIONALITAS

    Profesionalitas merujuk kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.
    E. PROFESIONALISASI

    Profesionalisasi merujuk pada  proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi.

    Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan profesional baik yang dilakukan melalui pendidikan atau latihan "Pra-jabatan" maupun "Dalam Jabatan". Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa profesionalisasi adalah prosesnya. (AJM)

    Sumber:
    Saud,. U. S. 2009. Pengembangan Profesi Guru (hal. 23) Bandung: Alfabeta.

    Monday, July 8, 2013

    Daftar Hasil UKG - UKA 2013 ( Uji Kompetensi Guru / Uji Kompetensi Awal)

    Daftar Hasil UKG - UKA 2013 ( Uji Kompetensi Guru / Uji Kompetensi Awal) - Dari beberapa sumber yang kami baca, bahwa rata-rata nilai UKA atau UKG 2013 tahun ini masih sangat rendah. Dan daerah yang meraih rata-rata Hasil UKG atau UKA 2013 tahun ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai rata-rata 50,10. 

    Untuk lebih jelasnya kami akan menuliskan Provinsi yang masuk 10 besar:
    1. Propinsi DI Yogyakarta (50,1)
    2. Propinsi DKI Jakarta (49,2)
    3. Propinsi Bali (48,9)
    4. Propinsi Jawa Timur (47,1)
    5. Propinsi Jawa Tengah (45,2)
    6. Propinsi Jawa Barat (44,0)
    7. Propinsi Kepulauan Riau (43,8)
    8. Propinsi Sumatera Barat (42,7)
    9. Propinsi Papua (41,1)
    10. Propinsi Banten (41,1)

    Lalu, 5 Provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, yaitu:

    1. Propinsi Maluku (34,5)
    2. Propinsi Maluku Utara (34,8)
    3. Propinsi Kalimantan Barat (35,40)
    4. Propinsi Kalimantan Tengah (35,5)
    5. Propinsi Jambi (35,7)

    Nantinya, yang lolos ujian kompetensi tahap awal ini, akan mengikuti PLPG dan bagi yang tidak lolos akan mengulang pada tahun 2014 mendatang. 

    Kesempatan hingga tahun 2015 untuk UKA dan UKG. bagi yang tidak lolos hingga tahun 2015, mereka nantinya akan mengikuti PPK di universitas yang ditunjuk selama 2 semester.

    Thursday, June 27, 2013

    PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN

    PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN : Ada Empat kelompok faktor yang menjadikan lingkungan kawasan pesisir begitu dinamis :

    1. Angin, Gelombang, Pasang surut, Arus dan transport sedimen
     
    Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis, dimana bentuk-bentuk lahan (landforms), seperti garis pantai, pantai berpasir, delta, dan pulau penghalang, terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir.

    Masukan energi berupa : gelombang, pasang surut, dan angin.

    Masukan material (sedimen, partikel, dan pollutants) melalui : aliran air sungai, erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion), pembentukan “landforms” secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas “simbiose mutualisme” antara zooxanthellae dengan hewan karang), dan pre-existing offshore sediment deposit.

    Pola sedimentasi (akresi, accretion) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sistem transpor pasir (sedimen) (sediment budget) yang kompleks, yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin, pasang surut, gelombang, dan material (sedimen, pasir, dll).
    Karakteristik/kondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman.

    Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah “ketajaman gelombang” (wave steepness), yaitu : rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length).

    Gelombang tajam, biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat, winter) atau terjadi badai (hurricanes).  Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi.  Sebaliknya, pada saat angin tenang (summer), pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak).


    2. Angin Topan dan Badai (hurricanes and Coastal Storms)
    • Badai dan topan merupakan fenomena yang normal di lingkungan pesisir, dan juga faktor utama dalam memodifikasi bentuk lahan (land forms) dan ekosistem pesisir.  Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya tekanan kependudukan dan pembangunan di kawasan pesisir, maka bencana alam berupa badai, topan, tsunami, dan lainnya merupakan ancaman berat terhadap penduduk dan kepemilikian (property)
    • Daya (forces) yang menyertai badai dan topan termasuk : gelombang besar dan banjir (surge), aksi gelombang yang meninggi/menguat, dan angin kencang.
    • Banjir akibat badai/topan (storm flooding) dapat mengakibatkan : erosi pantai secara substansial, pengikisan/penghancuran pulau penghalang, dan pemecahan lahan pesisir, sehingga membentuk “inlet”.

    3. Peningkatan Paras Laut (sea level rise)
    • Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO, CH4, dll.) dapat meningkatkan paras/permukaan perairan laut (sea level rise), karena dua alasan: (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)
    • Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global, hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata.
    • Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global
    • Prediksi : sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC.
    • Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi, tetapi kisarannya antara 0,5 – 2 m pada tahun 2100.
    • Dampak :  banjir, kehilangan/keerusakan biodiversity, kerusakan bangunan dan infrastruktur.

    4. Siklus hidrologi
    • Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater).
    • Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari : karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed, drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks, streams, rivers, etc.) serta aliran air tanah (groundwater).
    • Selanjutnya, neraca air (water budget) tersebut sangat dipengaruhi oleh laju presipitasi dan evapotranspirasi.
    • Presipitasi mempengaruhi air permukaan (surface waters) via “runoff”, dan mempengaruhi air tanah via perkolasi dan infiltrasi (lihat Figure 2.8.  Dalam Beatley, et.al., 1994)
     Sobat BelAjar, demikianlah artikel kami tentang PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN, semoga bermanfaat.

      Tuesday, June 25, 2013

      Alamat Alternatif Pengecekan NUPTK 2013 Padamu Negeri

      Alamat website p2tkdikdas.kemdikbud.go.id menjadi incaran para pemilik kepentingan yang ingin mengetahui status datanya. P2TK Dikdas memberikan alamat web untuk pengecekan data guru melalui http://116.66.201.163:8083/info.php# namun akhir-akhir ini, dengan banyaknya yang mengakses, terkadang sulit untuk membukanya. 
      Dan biasanya, kalau anda coba cek verifikasi data PTK di http://116.66.201.163:8083/info.php# mungkin agak kurang lancar, tapi sekarang ada alternatif lain selain alamat yang biasa kita gunakan. Alamat alternatif untuk pengecekan data guru adalah http://223.27.144.195/info.php, mungkin dengan adanya alamat website dengan IP Adress http://223.27.144.195/info.php, bisa meringankan beban server. Lalu, caranya gimana, ya langsung saja menuju alamat tersebut, dan lakukan seperti biasa yaitu dengan memasukkan NUPTK dan tanggal lahir. Kalau berhasil login maka akan keluar info data PTK yang berisi 20 field data yang harus valid sesuai dengan persyaratan tunjangan.

      sekarang kalau anda masuk di http://116.66.201.163:8083/info.php#, anda akan diberikan alternatif pengecekan data guru. Berikut adalah Link Mirror Layanan Informasi Data Guru P2TK DIKDAS:
      Info (Mirror 4)

      Source:
      1. http://yasbin-tarakan.blogspot.com/2013/06/alternatif-pengecekan-data-guru-ptk-dan.html 
      2.  RodaJaman.Blogspot.Com

      Sunday, June 9, 2013

      Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013

      Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013 - Dear teachers all over Nusantara, dalam arikel sebelumnya kami telah membagikan tentang KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013, dan kali ini kita lanjutkan dengan artikel serupa berjudul Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013. Berikut ini adalah Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013. Dari Kompetensi Inti inilah kemudian dikembangkan Kompetensi Dasar berdasarkan Mata Pelajaran. Harapan saya 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang dikumandangkan oleh (alm.) Bapak Taufiq Kemas, Suami Ibu Megawati Soekarno Putri tersirat didalamnya.

      A. Kompetensi Inti Kelas X SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
      3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
      4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

      B. Kompetensi Inti Kelas XI SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
      3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
      4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

      C. Kompetensi Inti Kelas XII SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
      3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
      4. dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 
      Demikianlah artikel kami tentang Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013, semoga bermanfaat bagi saudara semua. (Peacock)