Showing posts with label Dunia Pendidikan Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Dunia Pendidikan Indonesia. Show all posts

Friday, April 8, 2016

TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN (UJIAN NASIONAL)


TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN (UJIAN NASIONAL)

1.    PERSIAPAN UN
  1. Tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai Pengawas Ruang UN telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
  2. Pengawas Ruang UN menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Penyelenggara UN.
  3. Pengawas Ruang UN menerima bahan UN yang berupa Naskah Soal UN, LJUN, Amplop LJUN, Daftar Hadir, dan Berita Acara Pelaksanaan UN.

2. PELAKSANAAN UN
  1. Pengawas Ruang UN masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan dan memeriksa kesiapan ruang ujian.
  2. Pengawas Ruang UN meminta peserta UN untuk memasuki ruang UN dengan menunjukkan kartu peserta UN, dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan.
  3. Pengawas Ruang UN memeriksa setiap peserta UN untuk tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang UN kecuali alat tulis yang akan dipergunakan.
  4. Pengawas Ruang UN membacakan Tata Tertib UN.
  5. Pengawas Ruang UN meminta peserta ujian menandatangani Daftar Hadir UN.
  6. Pengawas Ruang UN membagikan LJUN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta UN (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan) sebelum waktu UN dimulai.
  7. Setelah seluruh peserta UN selesai mengisi identitas, Pengawas Ruang UN membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian.
  8. Pengawas Ruang UN membagikan Naskah Soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta UN dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta UN tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sampai tanda waktu UN dimulai.
  9. Pengawas Ruang UN mengecek kelengkapan soal UN.
  10. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, Pengawas Ruang UN mempersilahkan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal dan mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
  11. Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian.
  12. Selama UN berlangsung, Pengawas Ruang UN wajib menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian, memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan, serta melarang orang lain yang tidak berkepentingan memasuki ruang UN.
  13. Pengawas Ruang UN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.
  14. Lima menit sebelum waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.
  15. Setelah waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN mempersilakan peserta untuk berhenti mengerjakan soal. Pengawas mengumpulkan LJUN dan Naskah Soal UN. Peserta UN dipersilahkan meninggalkan ruang ujian, setelah pengawas menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN.
  16. Pengawas Ruang UN menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil, dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan Daftar Hadir Peserta, dan kemudian ditutup dan dilak serta ditandatangani oleh Pengawas Ruang UN di dalam ruang ujian.
  17. Pengawas Ruang UN menyerahkan LJUN dan Naskah Soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan Berita Acara pelaksanaan UN.

Wednesday, September 25, 2013

Peran dan Tugas Pokok Guru Sebagai Pengajar, Pendidik dan Agen Pembaharu

Seorang guru tertantang untuk bukan saja menjadi guru yang baik tetapi juga seorang pendidik dan agen pembaharu. Nah, untuk menjadi pengajar, pendidik dan agen pembaharu yang baik, maka guru tersebut sepatutnya mengenal lebih dahulu apa saja yang menjadi tugas pokoknya ketika menjadi pengajar, pendidik ataupun saat menjadi agen pembaharu. Lalu apa saja tugas pokok guru tersebut? mari kita simak artikel singkat berikut ini:

1. Tugas Pokok Guru Sebagai Pengajar
Sebagai pengajar,  seorang guru harus menampilkan pribadinya sebagai cendikiawan (Scholar) dan sekaligus juga sebagai pengajar (Teacher). Untuk itu, yang bersangkutan harus mampu menguasai:
  •  Bidang disiplin ilmu (Scientific Dicipline) yang akan diajarkannya baik aspek substansinya maupun metodologi penelitian dan pengembangannya.
  • Cara mengajarkannya kepada orang lain atau cara mempelajarinya.
 

 2. Guru Sebagai Pengajar dan Juga Sebagai Pendidik
 Selain sebagai pengajar, seorang guru juga diharuskan untuk mampu menjadi seoran Pendidik yang baik. Ia harus menampilkan pribadinya sebagai ilmuwan dan sekaligus sebagai pendidik . Untuk itu, yang bersangkutan harus:
  • Menguasai bidang disiplin ilmu yang diajarkannya
  • Menguasai cara mengajarkan dan mengadministrasikannya
  • Memiliki wawasan dan pemahaman tentang seluk beluk kependidikan, dengan mempelajari: Filsafat pendidikan, sejarah pendidikan, sosiologi pendidikan dan psikologi pendidikan.
    Konsorsium ilmu pendidikan yang dikembangkan oleh T. Raka Toni (1992) mengetengahkan unsur-unsur program pendidikan guru itu hendaknya mencakup:
    • Bidang kajian umum yang berlaku bagi setiap program studi di jenjang pendidikan tinggi (MKDU)
    • bidang ilmu sebagai sumber bahan ajar (MKK - bidang studi)
    • Bidang pemahaman mendalam atas peserta didik (MKDK - Kependidikan)
    • Bidang teori dan keterampilan keguruan (MKK - Keguruan)
     3. Guru Sebagai Pengajar, Pendidik dan Sekaligus Sebagai Agen Pembaharuan dan Pembangunan Masyarakat
    Sebagai seorang pendidik yang memiliki tugas sebagai pengajar, pendidik dan agen pembaharu, yang bersangkutan harus dapat menampilkan pribadinya sebagai pengajar dan pendidik siswanya dalam berbagai situasi baik individual ataupun kelompok, di dalam dan di luar kelas, maupun secara formal, non formal dan informal, sesuai dengan keragaman karakteristik dan kondisi objektif siswa dengan lingkungan kontekstualnya; dan lebih lua lagi sebagai penggerak dan pelopor pembaharuan dan perubahan masyarakatnya di mana pun ia berada.

    Seorang guru yang memiliki tugas pokok sebagai Pengajar, Pendidik dan Agen Pembaharu seharusnya:
    • memiliki pengetahuan dan pengertian tentang pertumbuhan jiwa manusia dari segala sendinya, demikian pula tnetang proses belajarnya.
    • Memiliki pengetahuan dan pengertian tentang alam dan masyarakat, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar khususnya dan pendidikan pada umumnya. Hal ini sangat penting mengingat posisi atau kedudukan serta fungsinya dalam masyarakat di mana ia mengabdi.
    • Mengetahui sepenuhnya pengetahuan dan kepahaman tentak VAK (Bidang disiplin ilmu / studi) yang diajarkan.
    • memiliki secukupnya pengetahuan tentang seni mengajar. Hal ini dapat diperoleh setelah mempelajari metodik dan didaktik teoritis maupun praktis, umum maupun khusus, termasuk praktik mengajar secukupnya.
    Bagaimana? Bisa dipahami? Kalau ingin lebih memahami tentang materi ini, silahkan untuk membeli bukunya Udin Syaefudin Saud, Ph.D yang berjudul Pengembangan Profesi Guru. (AJM) 
    Sumber:
    Saud, U.S. 2009.  Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

    Pengertian - Perbedaan Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas dan Profesionalisasi

    Pengertian dan Perbedaan Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas dan Profesionalisasi - Bukan korban Vickynisasi, tetapi memang ada derivasi kata yang juga terjadi dalam bahasa Indonesia yang kemudian membentuk suatu kata baru dengan makna baru. Kali ini kata dasarnya adalah Profesi.

    A. Pengertian PROFESI

    Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntuk keahlian (experties)  dari para anggotanya. Artinya bahwa ia tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang yang tidak mendapatkan dilatih dan dipersiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.

    Keahlian diperoleh dari apa yang disebut dengan PROFESIONALISASI, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi tersebut (Melalui pendidikan atau latihan pra jabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi (in-service training).

    B. PROFESIONAL

    Kata Profesional merujuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi tertentu, misalnya "Dia seorang profesional". Kedua, merujuk pada penampilan seserang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Dalam pengertian yang kedua ini, Profesional dikontraskan dengan "non Profesional" atau "Amatiran".

    C. PROFESIONALISME

    Profesionalisme merujuk pada komitmen para anggota suatu profesi tertentu untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.


    D. PROFESIONALITAS

    Profesionalitas merujuk kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.
    E. PROFESIONALISASI

    Profesionalisasi merujuk pada  proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi.

    Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan profesional baik yang dilakukan melalui pendidikan atau latihan "Pra-jabatan" maupun "Dalam Jabatan". Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa profesionalisasi adalah prosesnya. (AJM)

    Sumber:
    Saud,. U. S. 2009. Pengembangan Profesi Guru (hal. 23) Bandung: Alfabeta.

    Monday, July 8, 2013

    Daftar Hasil UKG - UKA 2013 ( Uji Kompetensi Guru / Uji Kompetensi Awal)

    Daftar Hasil UKG - UKA 2013 ( Uji Kompetensi Guru / Uji Kompetensi Awal) - Dari beberapa sumber yang kami baca, bahwa rata-rata nilai UKA atau UKG 2013 tahun ini masih sangat rendah. Dan daerah yang meraih rata-rata Hasil UKG atau UKA 2013 tahun ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai rata-rata 50,10. 

    Untuk lebih jelasnya kami akan menuliskan Provinsi yang masuk 10 besar:
    1. Propinsi DI Yogyakarta (50,1)
    2. Propinsi DKI Jakarta (49,2)
    3. Propinsi Bali (48,9)
    4. Propinsi Jawa Timur (47,1)
    5. Propinsi Jawa Tengah (45,2)
    6. Propinsi Jawa Barat (44,0)
    7. Propinsi Kepulauan Riau (43,8)
    8. Propinsi Sumatera Barat (42,7)
    9. Propinsi Papua (41,1)
    10. Propinsi Banten (41,1)

    Lalu, 5 Provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, yaitu:

    1. Propinsi Maluku (34,5)
    2. Propinsi Maluku Utara (34,8)
    3. Propinsi Kalimantan Barat (35,40)
    4. Propinsi Kalimantan Tengah (35,5)
    5. Propinsi Jambi (35,7)

    Nantinya, yang lolos ujian kompetensi tahap awal ini, akan mengikuti PLPG dan bagi yang tidak lolos akan mengulang pada tahun 2014 mendatang. 

    Kesempatan hingga tahun 2015 untuk UKA dan UKG. bagi yang tidak lolos hingga tahun 2015, mereka nantinya akan mengikuti PPK di universitas yang ditunjuk selama 2 semester.

    Thursday, June 27, 2013

    PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN

    PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN : Ada Empat kelompok faktor yang menjadikan lingkungan kawasan pesisir begitu dinamis :

    1. Angin, Gelombang, Pasang surut, Arus dan transport sedimen
     
    Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis, dimana bentuk-bentuk lahan (landforms), seperti garis pantai, pantai berpasir, delta, dan pulau penghalang, terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir.

    Masukan energi berupa : gelombang, pasang surut, dan angin.

    Masukan material (sedimen, partikel, dan pollutants) melalui : aliran air sungai, erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion), pembentukan “landforms” secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas “simbiose mutualisme” antara zooxanthellae dengan hewan karang), dan pre-existing offshore sediment deposit.

    Pola sedimentasi (akresi, accretion) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sistem transpor pasir (sedimen) (sediment budget) yang kompleks, yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin, pasang surut, gelombang, dan material (sedimen, pasir, dll).
    Karakteristik/kondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman.

    Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah “ketajaman gelombang” (wave steepness), yaitu : rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length).

    Gelombang tajam, biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat, winter) atau terjadi badai (hurricanes).  Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi.  Sebaliknya, pada saat angin tenang (summer), pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak).


    2. Angin Topan dan Badai (hurricanes and Coastal Storms)
    • Badai dan topan merupakan fenomena yang normal di lingkungan pesisir, dan juga faktor utama dalam memodifikasi bentuk lahan (land forms) dan ekosistem pesisir.  Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya tekanan kependudukan dan pembangunan di kawasan pesisir, maka bencana alam berupa badai, topan, tsunami, dan lainnya merupakan ancaman berat terhadap penduduk dan kepemilikian (property)
    • Daya (forces) yang menyertai badai dan topan termasuk : gelombang besar dan banjir (surge), aksi gelombang yang meninggi/menguat, dan angin kencang.
    • Banjir akibat badai/topan (storm flooding) dapat mengakibatkan : erosi pantai secara substansial, pengikisan/penghancuran pulau penghalang, dan pemecahan lahan pesisir, sehingga membentuk “inlet”.

    3. Peningkatan Paras Laut (sea level rise)
    • Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO, CH4, dll.) dapat meningkatkan paras/permukaan perairan laut (sea level rise), karena dua alasan: (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)
    • Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global, hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata.
    • Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global
    • Prediksi : sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC.
    • Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi, tetapi kisarannya antara 0,5 – 2 m pada tahun 2100.
    • Dampak :  banjir, kehilangan/keerusakan biodiversity, kerusakan bangunan dan infrastruktur.

    4. Siklus hidrologi
    • Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater).
    • Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari : karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed, drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks, streams, rivers, etc.) serta aliran air tanah (groundwater).
    • Selanjutnya, neraca air (water budget) tersebut sangat dipengaruhi oleh laju presipitasi dan evapotranspirasi.
    • Presipitasi mempengaruhi air permukaan (surface waters) via “runoff”, dan mempengaruhi air tanah via perkolasi dan infiltrasi (lihat Figure 2.8.  Dalam Beatley, et.al., 1994)
     Sobat BelAjar, demikianlah artikel kami tentang PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN, semoga bermanfaat.

      Tuesday, June 25, 2013

      Alamat Alternatif Pengecekan NUPTK 2013 Padamu Negeri

      Alamat website p2tkdikdas.kemdikbud.go.id menjadi incaran para pemilik kepentingan yang ingin mengetahui status datanya. P2TK Dikdas memberikan alamat web untuk pengecekan data guru melalui http://116.66.201.163:8083/info.php# namun akhir-akhir ini, dengan banyaknya yang mengakses, terkadang sulit untuk membukanya. 
      Dan biasanya, kalau anda coba cek verifikasi data PTK di http://116.66.201.163:8083/info.php# mungkin agak kurang lancar, tapi sekarang ada alternatif lain selain alamat yang biasa kita gunakan. Alamat alternatif untuk pengecekan data guru adalah http://223.27.144.195/info.php, mungkin dengan adanya alamat website dengan IP Adress http://223.27.144.195/info.php, bisa meringankan beban server. Lalu, caranya gimana, ya langsung saja menuju alamat tersebut, dan lakukan seperti biasa yaitu dengan memasukkan NUPTK dan tanggal lahir. Kalau berhasil login maka akan keluar info data PTK yang berisi 20 field data yang harus valid sesuai dengan persyaratan tunjangan.

      sekarang kalau anda masuk di http://116.66.201.163:8083/info.php#, anda akan diberikan alternatif pengecekan data guru. Berikut adalah Link Mirror Layanan Informasi Data Guru P2TK DIKDAS:
      Info (Mirror 4)

      Source:
      1. http://yasbin-tarakan.blogspot.com/2013/06/alternatif-pengecekan-data-guru-ptk-dan.html 
      2.  RodaJaman.Blogspot.Com

      Sunday, June 9, 2013

      Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013

      Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013 - Dear teachers all over Nusantara, dalam arikel sebelumnya kami telah membagikan tentang KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013, dan kali ini kita lanjutkan dengan artikel serupa berjudul Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013. Berikut ini adalah Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013. Dari Kompetensi Inti inilah kemudian dikembangkan Kompetensi Dasar berdasarkan Mata Pelajaran. Harapan saya 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang dikumandangkan oleh (alm.) Bapak Taufiq Kemas, Suami Ibu Megawati Soekarno Putri tersirat didalamnya.

      A. Kompetensi Inti Kelas X SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
      3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
      4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

      B. Kompetensi Inti Kelas XI SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
      3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
      4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

      C. Kompetensi Inti Kelas XII SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
      3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
      4. dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 
      Demikianlah artikel kami tentang Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013, semoga bermanfaat bagi saudara semua. (Peacock)

      Wednesday, May 8, 2013

      Pengertian Filsafat Dan Filsafat Pendidikan Serta Tokoh Filsafat Pendidikan

      Pengertian Filsafat Dan Filsafat Pendidikan Serta Tokoh Filsafat Pendidikan - Kata filsafat dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Yunani terdiri dari kata Philein artinya “Cinta” dan Sophia artinya “Kebijaksanaan”. Filsafat berarti Cinta Kebijaksanaan, cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar. Kebijaksanaan artinya Kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya. Filsafat berarti Hasrat atau Keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran sejati.




      Filsafat juga memilki pengertian dari segi istilah atau kesepakatan yang lazim digunakan oleh para ahli, atau pengertian dari segi praktis. Selanjutnya bagaimanakah pandangan para ahli mengenai pendidikan dalam arti yang lazim digunakan dalam praktek pendidikan.

      Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum, maka dalam membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. Dalam arti, filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai.Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab, aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran, sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri .

      Berikut Mazhab-Mazhab filsafat pendidikan yang diungkapkan oleh para ahli dan tokoh-tokoh Filsafat itu sendiri:

      1. Filsafat Pendidikan Idealisme

      Filsafat idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi, bukan fisik. Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah, seperti apa yang dikatakan baik, benar, cantik, buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi.

      Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato, Elea dan Hegel, Emanuael Kant, David Hume, Al Ghazali

      2. Filsafat Pendidikan Realisme

      Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subjek yang menyadari dn mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia.

      Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles, Johan Amos Comenius, Wiliam Mc Gucken, Francis Bacon, John Locke, Galileo, David Hume, John Stuart Mill

      3. Filsafat Pendidikan Materialisme

      Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani, spiritual atau supernatural.

      Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos, Ludwig Feurbach

      4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme

      Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami.

      Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce, wiliam James, John Dewey, Heracleitos.

      5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme

      Filsafat ini memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secara umum, eksistensialisme menekankn pilihan kreatif, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas.

      Beberapa tokoh dalam aliran ini : Jean Paul Satre, Soren Kierkegaard, Martin Buber, Martin Heidegger, Karl Jasper, Gabril Marcel, Paul Tillich

      6. Filsafat Pendidikan Progresivisme
               
      Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatugerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.
      Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff

      7. Filsafat Pendidikan esensialisme

      Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda.

      Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.

      8. Filsafat Pendidikan Perenialisme

      Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji.

      Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler

      9. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme

      Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil.

      Beberapa tokoh dalam aliran ini: Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg

      Filsafat secara umum dapat diberi pengertian sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran hakekat atai sari atau inti atau esensi segala sesuatu dengan cara ini jawaban yang akan diberikan berupa keterangan yang hakiki. Hal-hal mana sesuai dengan arti filsafat menurut kata-katanya.

      Pengertian khusus, karena filsafat telah mengalami perkembangan yang cukup lama tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya ruang, waktu, keadaan dan orangnya. Itulah sebabnya maka timbul berbagai pendapat mengenai pengertian filsafat yang mempunyai kekhususannya masing-masing.

      Ada berbagai aliran didalam filsafat ada suatu bukti bahwa bemacam-macam pendapat yang khusus yang berbeda satu sama lain. Misalnya:

      - Rationalisme mengagungkan akal.
      - Materialisme mengagungkan materi.
      - Idealisme mengagungkan idea.
      - Hedonisme mengagungkan kesenangan.
      - Stoicisme mengagungkan tabiat salah.

      Aliran – aliran tersebut mempunyai kekhususan masing-masing dengan menekankan kepada sesuatu yang dianggap merupakan inti dan harus diberi tempat yang tinggi, misalnya kesenangan, kesolehan, kebendaan, akal dan idea.

      Sumber:
      Wikipedia.org
      homeamanah.blogspot.com

      Sunday, April 21, 2013

      Struktur dan Muatan Kurikulum 2013 SMA/SMK sederajat

      Struktur dan Muatan Kurikulum 2013 SMA/SMK sederajat  - Artikel kita sebelumnya adalah tentang Struktur dan Muatan Kurikulum 2013 untuk jenjang SD sederajat dan SMA sederjat. Dan kali ini kita akan fokus pada jenjang SMA dan SMK sederajat. 

      Seperti kita ketahui, bahwa kita kembali pada sistem kurikulum yang berbasis kompetensi yang ditrapkan dalam Kurikulum 2013. Untuk menerapkan konsep kesamaan kurikulum 2013 antara SMA dan SMK, maka dikembangkan kurikulum Pendidikan Menengah yang terdiri atas Kelompok mata pelajaran Wajib dan Mata pelajaran Pilihan. Mata pelajaran wajib sebanyak 9 (Sembilan) mata pelajaran dengan beban belajar 18 jam per minggu belum ditambah dengan mata pelajaran peminatan sesuai dengan ciri atau jurusan pada sekolah tersebut.
       
      Untuk Konten kurikulum 2013 (Kompetensi Inti/KI dan KD) dan kemasan konten serta label konten (mata pelajaran) untuk mata pelajaran wajib bagi SMA dan SMK adalah sama. Struktur ini menempatkan prinsip bahwa peserta didik adalah subjek dalam belajar dan mereka memiliki hak untuk memilih sesuai dengan minatnya.

      Mata pelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik (SMA) serta pilihan akademik dan vokasional (SMK). Mata pelajaran pilihan ini memberikan corak kepada fungsi satuan pendidikan dan di dalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Beban belajar di SMA untuk Tahun X, XI, dan XII masing-masing 43 jam belajar per minggu. Satu jam belajar adalah 45 menit.

      Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran wajib sebagai berikut:


      MATA PELAJARAN
      ALOKASI WAKTU BELAJAR
      PER MINGGU
      X
      XI
      XII
      Kelompok  Wajib



      1.
      Pendidikan Agama
      3
      3
      3
      2.
      Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
      2
      2
      2
      3.
      Bahasa Indonesia
      4
      4
      4
      4.
      Matematika
      4
      4
      4
      5.
      Sejarah Indonesia
      2
      2
      2
      6.
      Bahasa Inggris
      2
      2
      2
      7.
      Seni Budaya
      2
      2
      2
      8.
      Prakarya
      2
      2
      2
      9.
      Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
      2
      2
      2
      Jumlah  Jam Pelajaran Kelompok  Wajib per minggu
      23
      23
      23
      Kelompok Peminatan



      Mata Pelajaran Peminatan Akademik (SMA)
      20
      20
      20
      Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi (SMK)
      28
      28
      28
       

      Kompetensi  Dasar mata pelajaran wajib memberikan kemampuan dasar yang sama bagi tamatan Pendidikan Menengah antara mereka yang belajar di SMA dan SMK.


      Bagi mereka yang memilih SMA tersedia pilihan kelompok peminatan (sebagai ganti jurusan) dan pilihan antar kelompok peminatan dan bebas. Nama Kelompok Peminatan digunakan karena memiliki keterbukaan untuk belajar di luar kelompok tersebut sedangkan nama jurusan memiliki konotasi terbatas pada apa yang tersedia pada jurusan tersebut dan tidak boleh mengambil mata pelajaran di luar jurusan.

      Struktur Kelompok Peminatan Akademik (SMA) memberikan keleluasaan bagi peserta didik sebagai subjek tetapi juga berdasarkan pandangan bahwa semua disiplin ilmu adalah sama dalam kedudukannya. Nama kelompok minat diubah dari IPA, IPS dan Bahasa menjadi Matematika dan Sains, Sosial, dan Bahasa. Nama-nama ini tidak diartikan sebagai nama kelompok disiplin ilmu karena adanya berbagai pertentangan fisolosfis pengelompokan disiplin ilmu. Berdasarkan filosofi rekonstruksi sosial maka nama organisasi kurikulum tidak terikat pada nama disiplin ilmu.

      Lalu, tabel di bawah ini adalah tabel tentang mata pelajaran peminatan dan mata pelajaran pilihan yang diampu atau diminati dan dipilih oleh siswa berdasarkan jurusan pada sekolah tersebut:


      MATA PELAJARAN
      Kelas
      X
      XI
      XII
      Kelompok Wajib
      23
      23
      23
      Peminatan Matematika dan Sains



      I
      1
      Matematika
      3
      4
      4
      2
      Biologi
      3
      4
      4
      3
      Fisika
      3
      4
      4
      4
      Kimia
      3
      4
      4
      Peminatan Sosial



      II
      1
      Geografi
      3
      4
      4
      2
      Sejarah
      3
      4
      4
      3
      Sosiologi dan Antropologi
      3
      4
      4
      4
      Ekonomi
      3
      4
      4
      Peminatan Bahasa



      III
      1
      Bahasa dan Sastra Indonesia
      3
      4
      4
      2
      Bahasa dan Sastra Inggris
      3
      4
      4
      3
      Bahasa dan Sastra Asing lainnya
      3
      4
      4
      4
      Sosiologi dan Antropologi
      3
      4
      4
      Mata Pelajaran Pilihan





      Pilihan Pendalaman Minat atau Lintas Minat
      6
      4
      4
      Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia
      73
      75
      75
      Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh
      41
      43
      43