Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Wednesday, September 13, 2017

Penetapan Satuan Pendidikan Penyelenggara UN Gelombang II Tahun Ajaran 2017/2018 - Surat Edaran BSNP

Penetapan Satuan Pendidikan Penyelenggara UN Gelombang II Tahun Ajaran 2017/2018 - Surat Edaran BSNP ini merupakan informasi terbaru yang akan kami bagikan dalam postingan kali ini. Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Gelombang II Tahun Pelajaran 2016/2017, berikut disampaikan kutipan Surat Edaran BSNP Nomor 0086/SDAR/BSNP/IX/2017 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Penyelenggara UN Gelombang II Tahun 2017.

Penetapan Satuan Pendidikan Penyelenggara UN Gelombang II Tahun Ajaran 2017/2018 - Surat Edaran BSNP


Penunjukkan satuan pendidikan yang akan digunakan untuk UN Gelombang II Tahun 2017 dapat dilakukan secara on-line dengan cara sebagai berikut.
  1. Satuan pendidikan yang ditetapkan adalah satuan pendidikan yang pernah menjadi tempat pelaksanaan UNBK.
  2. Dinas Pendidikan Provinsi bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi menetapkan tanggal pelaksanaan UN (10 hingga 12 Oktober 2017 atau 13 hingga 15 Oktober 2017) untuk masing-masing satuan pendidikan.
  3. Dinas Pendidikan Provinsi mendaftarkan satuan pendidikan yang ditetapkan sebagai tempat ujian Paket B/Wustha dan/atau Paket C atau untuk Paket C yang memperbaiki nilai UN melalui laman https://biounpaketabc.kemdikbud.go.id/bioun17-bc
  4. Dinas Pendidikan Provinsi mendaftarkan satuan pendidikan yang ditetapkan sebagai tempat ujian perbaikan SMA/MA dan SMK melalui laman https://unp.kemdikbud.go.id. Setiap satuan pendidikan melaksanakan hanya satu pilihan jadwal ujian sesuai dengan tanggal pelaksanaan ujian yang ditetapkan oleh Provinsi untuk masing-masing satuan pendidikan.
Demi kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan UN Gelombang II Tahun 2017, kami harap Saudara juga mengirimkan surat penetapan Satuan pendidikan dan dapat kami terima paling lambat tanggal 18 September 2017.

Untuk lebih lengkapnya, silakan klik tautan berikut: 

Demikian artikel Penetapan Satuan Pendidikan Penyelenggara UN Gelombang II Tahun Ajaran 2017/2018 - Surat Edaran BSNP. Semoga ini dapat bermanfaat. Kritik dan saran saya harapkan untuk bahan perbaikan blog ini pada masa yang akan datang. Blog infoops.club ini merupakan blog informasi dan berita terkini seputar dunia pendidikan seperti informasi UKG, PKG, Sertifikasi, CPNS, Inpasing, PKB dan info penting lainnya. Untuk itu update terus blog ini supaya anda tidak ketinggalan berita terbaru dari kami.

Sunday, September 10, 2017

PERPRES NO 87 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK)

PERPRES NO 87 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) merupakan informasi terbaru yang akan kami bagikan dalam postingan kali ini. Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga dapat diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial.

PP NO 87 TAHUN 2017

Pada hakikatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, Pemerintah menguatkan karakter generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan persaingan abad ke 21. Selain lima nilai utama karakter, dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Pemerintah mendorong peningkatan literasi dasar, kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi generasi muda. 

Perpres No. 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ini menggantikan Permendikbud No. 23 Tahun 2017 tentang Waktu Pelaksanaan Seoklah 5 hari Seminggu.

Berdasarkan Pasal 1 Perpres No 87 Tahun 2017 dinyatakan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan , keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).


Adapun tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berdasarkan Perpres No. 87 Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
  • Membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan.
  • Mengembangkan Platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia.
  • Merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat,dan lingkungan keluarga dalam mengimplementasikan PPK.

Untuk lebih jelasnya, silakan klik tautan berikut ini: 

Demikian artikel PERPRES NO 87 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK). Semoga ini dapat bermanfaat. Kritik dan saran saya harapkan untuk bahan perbaikan blog ini pada masa yang akan datang. Blog infoops.club ini merupakan blog informasi dan berita terkini seputar dunia pendidikan seperti informasi UKG, PKG, Sertifikasi, CPNS, Inpasing, PKB dan info penting lainnya. Untuk itu update terus blog ini supaya anda tidak ketinggalan berita terbaru dari kami.

Friday, April 8, 2016

TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN (UJIAN NASIONAL)


TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN (UJIAN NASIONAL)

1.    PERSIAPAN UN
  1. Tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai Pengawas Ruang UN telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN.
  2. Pengawas Ruang UN menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Penyelenggara UN.
  3. Pengawas Ruang UN menerima bahan UN yang berupa Naskah Soal UN, LJUN, Amplop LJUN, Daftar Hadir, dan Berita Acara Pelaksanaan UN.

2. PELAKSANAAN UN
  1. Pengawas Ruang UN masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan dan memeriksa kesiapan ruang ujian.
  2. Pengawas Ruang UN meminta peserta UN untuk memasuki ruang UN dengan menunjukkan kartu peserta UN, dan menempati tempat duduk sesuai nomor yang telah ditentukan.
  3. Pengawas Ruang UN memeriksa setiap peserta UN untuk tidak membawa tas, buku atau catatan lain, alat komunikasi elektronik, kalkulator dan sebagainya ke dalam ruang UN kecuali alat tulis yang akan dipergunakan.
  4. Pengawas Ruang UN membacakan Tata Tertib UN.
  5. Pengawas Ruang UN meminta peserta ujian menandatangani Daftar Hadir UN.
  6. Pengawas Ruang UN membagikan LJUN kepada peserta dan memandu serta memeriksa pengisian identitas peserta UN (nomor ujian, nama, tanggal lahir, dan tanda tangan) sebelum waktu UN dimulai.
  7. Setelah seluruh peserta UN selesai mengisi identitas, Pengawas Ruang UN membuka amplop soal, memeriksa kelengkapan bahan ujian, dan meyakinkan bahwa amplop tersebut dalam keadaan baik dan tertutup rapat (disegel), disaksikan oleh peserta ujian.
  8. Pengawas Ruang UN membagikan Naskah Soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta UN dalam posisi tertutup (terbalik). Peserta UN tidak diperkenankan untuk menyentuhnya sampai tanda waktu UN dimulai.
  9. Pengawas Ruang UN mengecek kelengkapan soal UN.
  10. Setelah tanda waktu mengerjakan dimulai, Pengawas Ruang UN mempersilahkan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal dan mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal.
  11. Kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian.
  12. Selama UN berlangsung, Pengawas Ruang UN wajib menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian, memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan, serta melarang orang lain yang tidak berkepentingan memasuki ruang UN.
  13. Pengawas Ruang UN dilarang memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan.
  14. Lima menit sebelum waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit.
  15. Setelah waktu UN selesai, Pengawas Ruang UN mempersilakan peserta untuk berhenti mengerjakan soal. Pengawas mengumpulkan LJUN dan Naskah Soal UN. Peserta UN dipersilahkan meninggalkan ruang ujian, setelah pengawas menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN.
  16. Pengawas Ruang UN menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil, dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan Daftar Hadir Peserta, dan kemudian ditutup dan dilak serta ditandatangani oleh Pengawas Ruang UN di dalam ruang ujian.
  17. Pengawas Ruang UN menyerahkan LJUN dan Naskah Soal UN kepada Penyelenggara UN Tingkat Sekolah/Madrasah disertai dengan Berita Acara pelaksanaan UN.

Wednesday, February 10, 2016

Descriptive Text: Example and Questions for both Junior and Senior High School 2016

Descriptive Text: Example and Questions for both Junior and Senior High School | The article published at previous was about genres of text with their examples. They were recount and Narrative. And at this moment, we meet again in another genre, Descriptive Text. Descriptive text consists of two parts, Identification and Description. Let's see the example below with the questions.

...........................................

The Suramadu bridge is also known as the Surabaya-Madura bridge with three cable-stayed sections constructed between Surabaya and on the island of Java and the town of Bangkalan on the island of Madura in Indonesia.

 The width of the bridge o\is 30 meters, while its height is 146 meters. It carries motors vehicles. Opened on June 10, 2009, and the 5.4 km bridge is the longest in Indonesia.

The cable-stayed portion has three spans with lengths 192 m, 434 m and 192 m. the bridge has two lanes in each direction plus an emergency lane and a dedicated lane for motorcycles. The first toll bridge in Indonesia, fares have been initially set at Rp.30.000 for four-wheeled vehicles and Rp.3,000 for two-whellers.

The bridge was built by a consortium of Indonesian Companies, PT. Adhi Karya and PT. Waskita Karya, working China Road and Bridge Corp. and China Harbor Engineering Co.Ltd. The total cost of the project, including connecting roads, has been estimated at 4.5 trillion rupiah (US$445 million).


1.      The purpose of the text is …
a.      To invite the builder of Suramadu Bridge
b.      To inform the readers about something happened in the past
c.       To entertain or to amuse the reader
d.      To describe about Suramadu Bridge

2.      The appropriate title of the text above is …
a.      Surabaya and Bangkalan Bridge
b.      The cable stayed in Suramadu Bridge
c.       The Suramadu Bridge
d.      The history of Suramadu Bridge

3.      The three cable-stayed sections constructed between Surabaya and …
a.      Bangkalan
b.      Pasuruan
c.       Madiun
d.      Blitar

4.      When was the bridge opened?
a.      In 2008
b.      In 2009
c.       In 2010
d.      In 2011

5.      Which statement is not true according to the text?
a.      The Suramadu bridge is the longest bridge in Indonesia
b.      The bridge has two lanes in ieach direction
c.       The bridge is 5.4 length
d.      Cars must pay Rp.3,000 before passing the bridge

6.      “…has been estimated at …”
The word estimated has the closest meaning to …
a.      spent
b.      Escaped
c.       Counted
d.      Claimed


And the answer keys are:
1. D
2. C
3. A
4. B
5. D
6. C

Well, I think finish for today, meet U all soon dear ... | by PEACOCK

Thursday, October 3, 2013

Pendekatan Bimbingan: Krisis, Remedial, Preventif dan Perkembangan

Psikologi: Pendekatan Bimbingan: Krisis, Remedial, Preventif dan Perkembangan - Dilihat dari pedekatan bimbingan, dilakukan dengan 4 pendekatan yaitu Pendekatan Krisis, Pendekatan Remedial, Pendekatan Preventif dan Pendekatan Perkembangan.

1. Pendekatan Kritis

Pendekatan krisis adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami krisis atau masalah. Bimbingan ini ditujukan untuk mengatasi krisis atau masalah-masalahyang dialami oleh individu. Dalam pendekatan krisis ini, konselor menunggu klien ayng datang dan selanjutnya memberikan bimbingan kepada sang klien berdasarkan masalah yang sedangf dihadapi oleh sang klien.

Pendekatan ini banyak dipengaruhi oleh aliran psikoanalis. Dalam psikoanalisis, proses pendekatannya menggunakan pengaruh masa lampau sebagai suatu hal yang menentukan sebagai hasil terbentuknya individu masa kini, yang dalam artian bahwa apa yang dialami oleh sang individu dalam beberapa tahun terakhir memiliki aspek atau dasar atau akar dari krisis yang sedang dialami oleh individu tersebut pada saat ini.

2. Pendekatan Remedial

Pendekatan Remedial adalah upaya bimbingan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kesulitan. Namanya saja remedial, maksudnya mengulang sesuatu yang sudah dilakukan dengan upaya tertentu untuk memperbaiki kesalahan sebelumnya yang menyebabkan kegagalan sehingga dicapai tujuan yang diharapkan. Dalam pendekatan ini, sang konselor fokus pada kelemahan-kelemahan sang individu yang selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya.

Kalau pendekatan krisis dipengaruhi oleh aliran Psikoanalisis, maka pendekatan Remedial banyak dipengaruhi oleh aliran Psikologi Behavioristik (baca artikel kami tentang Pendekatan Teori Psikologi Behavioristik). Pendekatan behavioristik mengedepankan pada perilaku individu yang dialami klien disini dan saat ini. Perilaku individu saat ini pastinya dipengaruhi oleh suasana lingkungan sang individu saat ini pula. Oleh karenanya maka untuk memperbaiki perilaku individu, perlu ditata lingkungan yang mendukung untuk perbaikan perilaku tersebut.

3. Pendekatan Preventif

Pendekatan Preventik adalah bimbingan yang diarahkan untuk mengantisipasi masalah-masalah umum yang dihadapi oleh individu dan mencoba jangan sampai terjadi masalah tersebut pada individu. Konselor berupaya untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah masalah tersebut.

Pendekatan kuratif ini tidak didasari oleh teori tertentu yang khusus. Pendekatan ini dapat dikatakan mempunyai banyak teknik terapi, tetapi minim konsep dalam penerapannya.

4. Pendekatan Perkembangan

Pendekatan Perkembangan adalah yang paling berkembang saat ini. Bimbingan dan Konseling Perkembangan memiliki visi edukatif, pengembangan, dan outreach. 

Disebut memiliki visi Edukatif karena titik berat kepedulian bimbingan dan konseling terletak pada pencegahan dan pengembangan, bukan pada korektif atau terapeutik, walaupun hal tersebut tetap ada dalam kepedulian bimbingan konseling perkembangan.

Disebut memiliki visi Pengembangan karena titik sentral tujuan bimbingan dan konseling adalah perkembangan optimal, lalu strategi pokoknya ialah memberikan kemudahan perkembangan bagi individu melalui perekayasaan lingkungan perkembangan.


Disebut memiliki visiOutreach karena target populasi layanan bimbingan dan konseling tidak terbatas kepada individu bermasalah dan dilakukan secara individual tetapi meliputi ragam dimensi dalam rentang yang cukup lebar.

Teknik yang digunakan dalam bimbingan dan konseling perkembangan adalah pembelajaran, pertukaran informasi, bermain peran, tutorial dan konseling (Muro and Kottmann dalam Yusuf dan Nurihsan (2011)

Referensi:
Yusuf S., dan Nurihsan, A.J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hal. 81.

Wednesday, September 25, 2013

Peran dan Tugas Pokok Guru Sebagai Pengajar, Pendidik dan Agen Pembaharu

Seorang guru tertantang untuk bukan saja menjadi guru yang baik tetapi juga seorang pendidik dan agen pembaharu. Nah, untuk menjadi pengajar, pendidik dan agen pembaharu yang baik, maka guru tersebut sepatutnya mengenal lebih dahulu apa saja yang menjadi tugas pokoknya ketika menjadi pengajar, pendidik ataupun saat menjadi agen pembaharu. Lalu apa saja tugas pokok guru tersebut? mari kita simak artikel singkat berikut ini:

1. Tugas Pokok Guru Sebagai Pengajar
Sebagai pengajar,  seorang guru harus menampilkan pribadinya sebagai cendikiawan (Scholar) dan sekaligus juga sebagai pengajar (Teacher). Untuk itu, yang bersangkutan harus mampu menguasai:
  •  Bidang disiplin ilmu (Scientific Dicipline) yang akan diajarkannya baik aspek substansinya maupun metodologi penelitian dan pengembangannya.
  • Cara mengajarkannya kepada orang lain atau cara mempelajarinya.
 

 2. Guru Sebagai Pengajar dan Juga Sebagai Pendidik
 Selain sebagai pengajar, seorang guru juga diharuskan untuk mampu menjadi seoran Pendidik yang baik. Ia harus menampilkan pribadinya sebagai ilmuwan dan sekaligus sebagai pendidik . Untuk itu, yang bersangkutan harus:
  • Menguasai bidang disiplin ilmu yang diajarkannya
  • Menguasai cara mengajarkan dan mengadministrasikannya
  • Memiliki wawasan dan pemahaman tentang seluk beluk kependidikan, dengan mempelajari: Filsafat pendidikan, sejarah pendidikan, sosiologi pendidikan dan psikologi pendidikan.
    Konsorsium ilmu pendidikan yang dikembangkan oleh T. Raka Toni (1992) mengetengahkan unsur-unsur program pendidikan guru itu hendaknya mencakup:
    • Bidang kajian umum yang berlaku bagi setiap program studi di jenjang pendidikan tinggi (MKDU)
    • bidang ilmu sebagai sumber bahan ajar (MKK - bidang studi)
    • Bidang pemahaman mendalam atas peserta didik (MKDK - Kependidikan)
    • Bidang teori dan keterampilan keguruan (MKK - Keguruan)
     3. Guru Sebagai Pengajar, Pendidik dan Sekaligus Sebagai Agen Pembaharuan dan Pembangunan Masyarakat
    Sebagai seorang pendidik yang memiliki tugas sebagai pengajar, pendidik dan agen pembaharu, yang bersangkutan harus dapat menampilkan pribadinya sebagai pengajar dan pendidik siswanya dalam berbagai situasi baik individual ataupun kelompok, di dalam dan di luar kelas, maupun secara formal, non formal dan informal, sesuai dengan keragaman karakteristik dan kondisi objektif siswa dengan lingkungan kontekstualnya; dan lebih lua lagi sebagai penggerak dan pelopor pembaharuan dan perubahan masyarakatnya di mana pun ia berada.

    Seorang guru yang memiliki tugas pokok sebagai Pengajar, Pendidik dan Agen Pembaharu seharusnya:
    • memiliki pengetahuan dan pengertian tentang pertumbuhan jiwa manusia dari segala sendinya, demikian pula tnetang proses belajarnya.
    • Memiliki pengetahuan dan pengertian tentang alam dan masyarakat, yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar khususnya dan pendidikan pada umumnya. Hal ini sangat penting mengingat posisi atau kedudukan serta fungsinya dalam masyarakat di mana ia mengabdi.
    • Mengetahui sepenuhnya pengetahuan dan kepahaman tentak VAK (Bidang disiplin ilmu / studi) yang diajarkan.
    • memiliki secukupnya pengetahuan tentang seni mengajar. Hal ini dapat diperoleh setelah mempelajari metodik dan didaktik teoritis maupun praktis, umum maupun khusus, termasuk praktik mengajar secukupnya.
    Bagaimana? Bisa dipahami? Kalau ingin lebih memahami tentang materi ini, silahkan untuk membeli bukunya Udin Syaefudin Saud, Ph.D yang berjudul Pengembangan Profesi Guru. (AJM) 
    Sumber:
    Saud, U.S. 2009.  Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.

    Pengertian - Perbedaan Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas dan Profesionalisasi

    Pengertian dan Perbedaan Profesi, Profesional, Profesionalisme, Profesionalitas dan Profesionalisasi - Bukan korban Vickynisasi, tetapi memang ada derivasi kata yang juga terjadi dalam bahasa Indonesia yang kemudian membentuk suatu kata baru dengan makna baru. Kali ini kata dasarnya adalah Profesi.

    A. Pengertian PROFESI

    Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntuk keahlian (experties)  dari para anggotanya. Artinya bahwa ia tidak bisa dilakukan oleh sembarangan orang yang tidak mendapatkan dilatih dan dipersiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu.

    Keahlian diperoleh dari apa yang disebut dengan PROFESIONALISASI, yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi tersebut (Melalui pendidikan atau latihan pra jabatan) maupun setelah menjalani suatu profesi (in-service training).

    B. PROFESIONAL

    Kata Profesional merujuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi tertentu, misalnya "Dia seorang profesional". Kedua, merujuk pada penampilan seserang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Dalam pengertian yang kedua ini, Profesional dikontraskan dengan "non Profesional" atau "Amatiran".

    C. PROFESIONALISME

    Profesionalisme merujuk pada komitmen para anggota suatu profesi tertentu untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.


    D. PROFESIONALITAS

    Profesionalitas merujuk kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.
    E. PROFESIONALISASI

    Profesionalisasi merujuk pada  proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi.

    Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan profesional baik yang dilakukan melalui pendidikan atau latihan "Pra-jabatan" maupun "Dalam Jabatan". Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa profesionalisasi adalah prosesnya. (AJM)

    Sumber:
    Saud,. U. S. 2009. Pengembangan Profesi Guru (hal. 23) Bandung: Alfabeta.

    Monday, July 8, 2013

    Daftar Hasil UKG - UKA 2013 ( Uji Kompetensi Guru / Uji Kompetensi Awal)

    Daftar Hasil UKG - UKA 2013 ( Uji Kompetensi Guru / Uji Kompetensi Awal) - Dari beberapa sumber yang kami baca, bahwa rata-rata nilai UKA atau UKG 2013 tahun ini masih sangat rendah. Dan daerah yang meraih rata-rata Hasil UKG atau UKA 2013 tahun ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai rata-rata 50,10. 

    Untuk lebih jelasnya kami akan menuliskan Provinsi yang masuk 10 besar:
    1. Propinsi DI Yogyakarta (50,1)
    2. Propinsi DKI Jakarta (49,2)
    3. Propinsi Bali (48,9)
    4. Propinsi Jawa Timur (47,1)
    5. Propinsi Jawa Tengah (45,2)
    6. Propinsi Jawa Barat (44,0)
    7. Propinsi Kepulauan Riau (43,8)
    8. Propinsi Sumatera Barat (42,7)
    9. Propinsi Papua (41,1)
    10. Propinsi Banten (41,1)

    Lalu, 5 Provinsi yang memperoleh nilai rata-rata terendah, yaitu:

    1. Propinsi Maluku (34,5)
    2. Propinsi Maluku Utara (34,8)
    3. Propinsi Kalimantan Barat (35,40)
    4. Propinsi Kalimantan Tengah (35,5)
    5. Propinsi Jambi (35,7)

    Nantinya, yang lolos ujian kompetensi tahap awal ini, akan mengikuti PLPG dan bagi yang tidak lolos akan mengulang pada tahun 2014 mendatang. 

    Kesempatan hingga tahun 2015 untuk UKA dan UKG. bagi yang tidak lolos hingga tahun 2015, mereka nantinya akan mengikuti PPK di universitas yang ditunjuk selama 2 semester.

    Thursday, June 27, 2013

    PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN

    PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN : Ada Empat kelompok faktor yang menjadikan lingkungan kawasan pesisir begitu dinamis :

    1. Angin, Gelombang, Pasang surut, Arus dan transport sedimen
     
    Kawasan pesisir merupakan lingkungan sangat dinamis, dimana bentuk-bentuk lahan (landforms), seperti garis pantai, pantai berpasir, delta, dan pulau penghalang, terbentuk dan berubah dari waktu ke waktu (over time) mengikuti masukan energi dan material ke dalam lingkungan kawasan pesisir.

    Masukan energi berupa : gelombang, pasang surut, dan angin.

    Masukan material (sedimen, partikel, dan pollutants) melalui : aliran air sungai, erosi yang diakibatkan oleh angin (wave-induced erosion), pembentukan “landforms” secara biologis (seperti terumbu karang yang dibentuk atas “simbiose mutualisme” antara zooxanthellae dengan hewan karang), dan pre-existing offshore sediment deposit.

    Pola sedimentasi (akresi, accretion) dan erosi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sistem transpor pasir (sedimen) (sediment budget) yang kompleks, yang merupakan akibat (resultante) dari interaksi yang kompleks antar angin, pasang surut, gelombang, dan material (sedimen, pasir, dll).
    Karakteristik/kondisi gelombang sangat berpengaruh terhadap pola transport sedimen di pesisir dan ini bervariasi secara musiman.

    Salah satu sifat gelombang yang sangat berpengaruh (penting) adalah “ketajaman gelombang” (wave steepness), yaitu : rasio antara tinggi gelombang (wave height) terhadap panjang gelombang (wave length).

    Gelombang tajam, biasanya terjadi pada saat angin kencang (musim barat, winter) atau terjadi badai (hurricanes).  Pada saat ini erosi pantai banyak terjadi.  Sebaliknya, pada saat angin tenang (summer), pada umumnya tidak terjadi erosi yang hebat (merusak).


    2. Angin Topan dan Badai (hurricanes and Coastal Storms)
    • Badai dan topan merupakan fenomena yang normal di lingkungan pesisir, dan juga faktor utama dalam memodifikasi bentuk lahan (land forms) dan ekosistem pesisir.  Akan tetapi, seiring dengan meningkatnya tekanan kependudukan dan pembangunan di kawasan pesisir, maka bencana alam berupa badai, topan, tsunami, dan lainnya merupakan ancaman berat terhadap penduduk dan kepemilikian (property)
    • Daya (forces) yang menyertai badai dan topan termasuk : gelombang besar dan banjir (surge), aksi gelombang yang meninggi/menguat, dan angin kencang.
    • Banjir akibat badai/topan (storm flooding) dapat mengakibatkan : erosi pantai secara substansial, pengikisan/penghancuran pulau penghalang, dan pemecahan lahan pesisir, sehingga membentuk “inlet”.

    3. Peningkatan Paras Laut (sea level rise)
    • Pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (CO, CH4, dll.) dapat meningkatkan paras/permukaan perairan laut (sea level rise), karena dua alasan: (1) ekspansi panas dan (2) Mencairnya es kutub (glacial melting)
    • Meskipun belum ada konsensus bulat di antara masyarakat ilmiah tentang realitas pemanasan global, hampir semua setuju bahwa pemanasan global merupakan fenomena yang nyata.
    • Ketidak-sepakatan di antara ilmuan sebenarnya hanya pada soal laju (rate) dan derajat (degree) dari pemanasan global
    • Prediksi : sebelum akhir abad-21 suhu rata-rata dunia akan meningkat sebesar + 3oC.
    • Perkiraan tentang dampak pemanasan global sangat bervariasi, tetapi kisarannya antara 0,5 – 2 m pada tahun 2100.
    • Dampak :  banjir, kehilangan/keerusakan biodiversity, kerusakan bangunan dan infrastruktur.

    4. Siklus hidrologi
    • Perairan pesisir (coastal waters) dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater).
    • Aliran air tawar ke laut merupakan fungsi dari : karakteristik Daerah Aliran Sungai (watershed, drainage basin) dan aliran air permukaan (creeks, streams, rivers, etc.) serta aliran air tanah (groundwater).
    • Selanjutnya, neraca air (water budget) tersebut sangat dipengaruhi oleh laju presipitasi dan evapotranspirasi.
    • Presipitasi mempengaruhi air permukaan (surface waters) via “runoff”, dan mempengaruhi air tanah via perkolasi dan infiltrasi (lihat Figure 2.8.  Dalam Beatley, et.al., 1994)
     Sobat BelAjar, demikianlah artikel kami tentang PROSES-PROSES DAN DAYA YANG MEMENGARUHI DINAMIKA LINGKUNGAN PESISIR/LAUTAN, semoga bermanfaat.

      Tuesday, June 25, 2013

      Alamat Alternatif Pengecekan NUPTK 2013 Padamu Negeri

      Alamat website p2tkdikdas.kemdikbud.go.id menjadi incaran para pemilik kepentingan yang ingin mengetahui status datanya. P2TK Dikdas memberikan alamat web untuk pengecekan data guru melalui http://116.66.201.163:8083/info.php# namun akhir-akhir ini, dengan banyaknya yang mengakses, terkadang sulit untuk membukanya. 
      Dan biasanya, kalau anda coba cek verifikasi data PTK di http://116.66.201.163:8083/info.php# mungkin agak kurang lancar, tapi sekarang ada alternatif lain selain alamat yang biasa kita gunakan. Alamat alternatif untuk pengecekan data guru adalah http://223.27.144.195/info.php, mungkin dengan adanya alamat website dengan IP Adress http://223.27.144.195/info.php, bisa meringankan beban server. Lalu, caranya gimana, ya langsung saja menuju alamat tersebut, dan lakukan seperti biasa yaitu dengan memasukkan NUPTK dan tanggal lahir. Kalau berhasil login maka akan keluar info data PTK yang berisi 20 field data yang harus valid sesuai dengan persyaratan tunjangan.

      sekarang kalau anda masuk di http://116.66.201.163:8083/info.php#, anda akan diberikan alternatif pengecekan data guru. Berikut adalah Link Mirror Layanan Informasi Data Guru P2TK DIKDAS:
      Info (Mirror 4)

      Source:
      1. http://yasbin-tarakan.blogspot.com/2013/06/alternatif-pengecekan-data-guru-ptk-dan.html 
      2.  RodaJaman.Blogspot.Com

      Sunday, June 9, 2013

      Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013

      Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013 - Dear teachers all over Nusantara, dalam arikel sebelumnya kami telah membagikan tentang KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013, dan kali ini kita lanjutkan dengan artikel serupa berjudul Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013. Berikut ini adalah Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013. Dari Kompetensi Inti inilah kemudian dikembangkan Kompetensi Dasar berdasarkan Mata Pelajaran. Harapan saya 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara yang dikumandangkan oleh (alm.) Bapak Taufiq Kemas, Suami Ibu Megawati Soekarno Putri tersirat didalamnya.

      A. Kompetensi Inti Kelas X SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
      3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
      4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

      B. Kompetensi Inti Kelas XI SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
      3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
      4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

      C. Kompetensi Inti Kelas XII SMA/MA
      1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
      2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
      3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
      4. dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan 
      Demikianlah artikel kami tentang Kompetensi Inti (KI) untuk SMA/MA sederajat Kurikulum 2013, semoga bermanfaat bagi saudara semua. (Peacock)

      Thursday, May 23, 2013

      Pengertian Definisi Media Nyata Realia, Bentuk, Karakteristik dan Pemilihan Media Realia

      Pengertian Definisi Media Nyata Realia, Bentuk, Karakteristik dan Pemilihan Media Realia | A.     Pengertian Media Nyata (Realia)

      Sering kali ketika kita mau membahas cara belajar di bangku sekolah dasar, kita dihadapkan pada pernyataan bahwa anak-anak usia SD harusnya dididik menggunakan benda-benda realia, bukan abstrak. Nah, benda Realia itu sendiri apa? Benda nyata atau Realia (real thing) merupakan alat bantu yang paling mudah penggunaannya, karena kita tidak perlu membuat persiapan selain langsung menggunakannya. Yang dimaksud dengan benda nyata sebagai media adalah alat penyampaian informasi yang berupa benda atau obyek yang sebenarnya atau asli dan tidak mengalami perubahan yang berarti.

      Sebagai obyek nyata, realia merupakan alat bantu yang bisa memberikan pengalaman langsung kepada pengguna. Oleh karena itu, realia banyak digunakan dalam proses belajar mengajar sebagai alat bantu memperkenalkan subjek baru. Realia mampu memberikan arti nyata kepada hal-hal yang sebelumnya hanya digambarkan secara abstrak yaitu dengan kata-kata atau hanya visual

      B.     Bentuk Realia

      Bentuk realia sama dengan benda sebenarnya yang tidak mengalami perubahan sama sekali dan dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran. Akan tetapi, kesulitan kadang timbul dalam menghadirkan realia secara utuh yang disebabkan oleh ukuran yang terlalu besar atau sulit ditemukan di lingkuangan sekitar. Oleh karena itu, beberapa modifikasi seringkali harus dilakukan.

      Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memodifikasi benda nyata untuk keperluan pembelajaran:
      • Dengan cara memotong bagian tertentu dari realia jika berukuran terlalu besar. Dalam memotong realia perhatikan agar bagian yang dipotong tidak merusak benda tersebut sebagai media yang dapat dipelajari oleh siswa.
      • Dengan cara mengawetkan realia hidup jika benda tersebut berbahaya atau lekas rusak jika digunakan dalam kelas, misalnya penggunaan satwa atau tumbuhan sebagai media pembelajaran. Satwa yang berbahaya perlu ditempatkan di tempat tertentu atau diawetkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai sarana observasi oleh siswa.
      • Dengan menampilkan beberapa jenis  realia secara bersama-sama, ditambah dengan informasi tercetak yang kesemuanya yang dapat menggambarkan suatu topik tertentu. Cara ini disebut juga dengan istilah eksibisi atau pameran realia.

      C. Karakteristik Realia

      Dalam dunia pendidikan, realia sering dianggap sebagai media informasi yang paling mudah diaskes dan menarik. Sebagai media informasi, realia mampu menjelaskan hal-hal yang abstrak dengan hanya sedikit atau tanpa keterangan verbal. Dengan berinteraksi langsung dengan realia, diharapkan hal-hal yang kurang jelas, apabila diterangkan secara verbal akan menjadi jelas. Realia memiliki kemampuan untuk merangsang imajinasi pengguna dengan membawa kehidupan di dunia nyata ke dalam perpustakaan ataupun ke dalam kelas.

      Realia akan sangat membantu apabila digunakan dalam suatu proses memperoleh informasi dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sendiri atau sering disebut sebagai tujuan kognitif. Dalam proses ini, realia dilibatkan sebagai suatu obyek nyata yang belum dikenal dan para pengguna akan belajar untuk mengenalnya. Realia dapat memberikan pengguna pengalaman langsung dan nyata; pengalaman keindahan yang tidak bisa didapat melalui media lain.

      Untuk memungkinkan suatu realia ditampilkan dalam suatu ruangan kadang sangat sulit karena ukuran yang terlalu besar (contoh: lokomotif, pesawat, mobil), atau terlalu kecil (contoh: kuman) atau memang tidak memungkinkan untuk ditampilkan (contoh: bulan). Kadangkala menghadirkan realia dapat berbahaya misalnya menampilkan ular. Cara mengatasinya dapat menggunakan ular mati yang telah diawetkan agar pengguna bisa mengamati dengan aman. Dengan jalan ini, pengguna masih merasakan pengalaman langsung.

      Sebagai media pembelajaran, realia memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai topik mata pelajaran. Realia mampu meemberikan pengalaman belajar langsung (Hands on Experience) bagi siswa. Dengan menggunakan benda nyata sebagai media, siswa dapat menggunakan berbagai indera untuk mempelajari suatu objek. Siswa dapat melihat, meraba, mencium, bahkan merasakan objek yang tengah dipelajari. Dalam menggunakan realia, pengguna dituntut kemampuannya menginterpretasikan hubungan-hubungan tentang benda yang sesungguhnya.

      Selain memiliki potensi sebagai media pembelajaran, realia juga memiliki keterbatasan. Salah satu keterbatasan realia adalah adanya kemungkinan siswa mempunyai interpretasi yang berbeda terhadap objek yang sedang dipelajari. Kemungkinan lain adalah informasi yang ingin disampaikan akan berbeda sehingga tidak sesuai dengan yang diharapkan.

      D. Pemilihan Realia Untuk Pembelajaran

      Sebelum memilih realia yang akan digunakan, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan realia tersebut akan dipegang oleh siswa. Banyak realia yang sangat rapuh. Oleh karena itu, simpanlah realia yang rapuh dalam kotak pajangan. Idealnya, pengguna harus dapat menyentuh realia untuk mendapatkan pengalaman yang tidak mungkin didapat dari media lain. Kalau memungkinkan, realia tersebut disimpan dalam plastik yang tembus pandang sehingga realia dapat diambil tanpa takut rusak.

      Apabila realia dianggap mahal, atau ruangan yang ada tidak memadai, perpustakaan dapat memutuskan untuk tidak memiliki realia dalam koleksinya. Pertanyaan atau permintaan tentang suatu realia dapat dilayani dengan cara mengarahkan pengguna ke tempat lain yang memiliki realia tersebut, misalnya ke kebun binatang untuk melihat binatang-binatang yang tidak mungkin ditampilkan di depan kelas, ke planetarium untuk mengetahui benda-benda ruang angkasa.

      Hal lain yang penting diperhatikan dalam menggunakan realia sebagai media pembelajaran adalah :
      1. Berikan kesempatan yang besar agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan  benda yang saling dipelajari.
      2. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mempelajari objek sebagai sumber informasi dan pengetahuan.
      3. Berikan siswa kesempatan untuk mencari informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan objek yang sedang dipelajari.
      4. Hindari hal-hal yang tidak diinginkan atau risiko yang akan dihadapi siswa pada saat mempelajari realia.